Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisiku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Desember 2008

Balada Sekartaji jeung Raden Panji

Prolog:Jodo abadi
Saprak rama ambu semédi
Déwata gé kedal jangji
Inu Kertapati kauger ku Sekartaji

Drama 1:
Panji teu deui nyombo
Cinta datang nyirep
Anggraéni sosoca ati
Dijadikeun permaisuri

Drama 2:
Kahuripan dirambat mongkléngna peuting
Si kembang pupus nganuja diri
Barajanata ngajadi saksi
Dibumikeun dina kembang nu seungit

Drama 3:
Lalaki ngakeup sang déwi
Leumpang teu leupas deui
NALIKA CINTA DILEBUKEUN
Sang déwi néang awak Sekartaji
Panji milari titisan sang déwi
Panji leungitkeun jati diri
Lebur marengan bumi

Drama 4:
Lalaki néangan
Sang déwi néangan jeung ngadago

Drama 5:
Lalaki
Datang
Di tukangeun
Kamajaya
Sang déwi
Ngadago
Andéprok na dampal Kamajaya

Drama 6:
Anggraéni dina purnama
Anggraéni dina diri Sekartaji
Aggraéni Sekartaji sahaté
Radén Panji Candra Kirana

Epilog:
Cinta munggaran dibawa perlaya


agni malagina (2008)

hatur nuhun Kang Mumu

Kawung Titian Para Déwata

Babad Kawung,
Koropak lontar natrat kaagungan Sang Hyang Tunggal
Koropak lontar lumenggah Guriang Tujuh
dina éta tangkal palma luminggih para Déwata
jeung doa dipapatkeun
dina daun aya sang Déwata
dina watang dipuja wahai Déwata
dina lahang dialiran napas Déwata
dina akar dikukuhkeun duhai Déwata
Kawung....titian para Déwata
kawung kuring...tepikeun doa kuring....

agni malagina

hatur nuhun pa agus
nuhun kang Mumu anu atos alih bahasakeun

Jumat, 28 November 2008

Tubuhmu adalah kecapiku

Kulihat jariku satu satu
Ibu jari, telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking…
Ingin kugerakkan satu persatu
Memetik senar bisu tubuhmu
Kujentikkan telunjukku pada dawai tipis ujung rambutmu
Kutekan senar jingga di kabut matamu
Kupetik serabut merah darahmu
Kumainkan sebuah komposisi tak berlaras
Tiada pelog, tiada salendro, tiada madenda
Kusatukan dengan alam
Membuat sonoritas terbuka di alamku
Tubuhmu meronta bersemuka denganku
Aku mengaggumi nada semu katamu
Tubuhmu adalah kecapiku
Kan kumainkan sampai retas airmataku di ujung gelap cumbumu
Sindangbarang 27 Mei 2007 kegundahanku dalam gelap

agni malagina
Kang Mumu, terima kasih sudah mengalih bahasakan ke dalam bahasa Sunda
Kang Hendra, terima kasih sudah memuatnya di Balebat
Kaka, Kang Dedy, Kang Nata....nuhun pisan telah ada bersama kita

Dara dan lara

Jika ada seorang dara yang berduka, pastilah ia dalam lara
hendak menampar raga pun tak berdaya
canda tiada
candu pun tak kuasa menjamah jiwa
dara jatuh cinta pada cintanya yang fana
---untuk kak o yang selalu memberiku semangat

Seingat gw

Seingat gw,
har ini gw berencana jalan-jalan sama tante ciche, makan aja makan. rencananya cuma mau makan d creps..tapi kok sampai sekarang masih juga nangkring di kampus. ga tau kenapa ini kampus kayanya punya magnet kuat yang selalu menarik gw. magnet ini terlalu kuat..tapi gw suka. entah kenapa...gw tidak pernah mau keluar dari kampus. ada kawan gw yang bilang gw 'chicken' karena ga mau menghadapi dunia luar kampus. tapi ya gimana...itu pilihan gw. kalo ga di kampus mana mungkin gw ketemu sama Kaka. hahah. ooo...tujuannya ternyata gw mau nulis ttg Kaka. tapi enggak kok...lebih pengen curhat. karena belakangan ini banyak sekali yang terjadi dalam hidup gw. dalam 1 hari saja bisa terjadi beberapa peristiwa yang bikin gw shock! yoaaa.....Lumba-lumba bilang gw ga boleh ngeluh. ga ngeluh kok..cuma ingin menumpahkan sedikit. memang kadang mengeluh itu perlu, karena kalo ga dikeluarin bisa bikin stress. tapi caranya mengeluh mungkin ga perlu brutal. haha....
menurut gw...mengeluh itu cukup baik dikeluhkan sesederhana mungkin. ga perlu lebay. ya kan? mengeluh itu wajar dan sangat manusiawi...asalkan tidak brutal. hahah...gw sering mengeluh diare eeuy belakangan ini...entah kenapa...makan ga beres kali ya.. masa baru makan sabel ijo sedikit juga bisa diare siiy? kaya kemaren juga. belum lagi makan indomi pake rewit dikit juga diare. gimana siy ya? ga makan pedes aja bisa muncrut..aneh ihh...
seingat gw...
dulu kecil gw punya masalah dengan perut...selalu. sampai puncaknya gw diopname gara-gara biji cabe yang bersarang di usus buntu gw. sekarang badan gw sakit ditambah sama maag. wow.....tapi asiknya...kalo lagi sakit maag mah sama ibu selalu dikasi makanan sehat bergizi. tempo-tempo makan sushi (i love sushi), ato makan lasagna, steik, bakwan malang di pangpol. iiih....banyak bgt makanan yang udah masuk ke tubuh ini. dan sudah lewat masanya makan brutal kali ya.....ayo ah...hidup sehat biar ga ada keluhan. hidup sehat...banyak makan sayur dan minum aer putih....supaya sehat jiwa raga..
tapi seinget gw...
gw ga sehat jiwa deh...hhhhh....apalagi sekrang. berasa pengen ketawa terus...abis kalo inget yang sedih2 malah jadi berkaca-kaca terus. makanya jadinya pengen ketawa terus. gimana siiy ini yaa...
ada dilema yang sedang gw hadapi..(susuwiwit, dilema niy yeee)....tapi nanti ajah ah cerita ttg dilema ini. Dia tau kok...dia sudah tau apa yang membuat gw dilema...hanya dia yang gw keluhi...soalnya dia ga akan mungin ngomel...hahaha (padahal dl kalo gw curhat suka di'omel')hahahhaa

Pangbalikan: lagu terakhir yang kudengar

Bangbalikan,
lagu terakhir
sebelum aku kembali...

Pangbalikan,
Lagu terakhir
mengantar aku pulang...

Pangbalikan,
Lagu terakhir
Berpisah selamanya...
- Selamat Jalan -
16 Juli 2008

agni malagina

Awan di genangan petak sawah

Awan di genangan air petak sawah
Berkabung bersama lumpur
Putih aman ternoda
Mun tetap putihnya

Awan di genangan air petak sawah
Ada sinar rajakala yang sentun airnya
Perlahan suram tergeser malam

Awan di genangan air petak sawah
Mulai muram
Perlahan hilang digantikan bulan separuh

agni malagina

Tak usah kau kejar lagi

Seorang perempuan berkata padaku: "aku menyerah berjuang. tak ingin lagi kukejar mimpi itu. aku tersadar, karena tertusuk duri mawar putih."
Aku bertanya padanya: "hai perempuan, mengapa menyerah? tak pantas kau menyerah dengan semua kekuatan yang ada padamu!"
Dia menjawab: "aku menyerah saja. tak ingin lagi mengejar mimpi itu."
Ku jawab: "tak usah kau kejar."
Dia berkata: "tak akan ku kejar.mengejar hanya membuatku lelah."
Kukata: "tak usah kau kejar."
Dia berkata: "tak akan kukejar. mengejar hanya membuatku tak berdaya."
Kukata: "tak usah kau kejar."
Dia berkata: "tak akan kukejar. mengejar hanya membuatku terluka."
Kukata lagi: "tak usah kau kejar.tak usah kau kejar lagi.berhentilah di sini. bernafaslah dengan tenang."
Dia menjawab: "tak akan kukejar lagi"

PS: untuk seorang di sana. seorang yg hanya bisa kukagumi.

agni malagina

Subuh Membunuh

tadi malam aku merebahkan tubuh
rasanya waktu hampir subuh
mozaik-mozaik perjalananku datang berhujanan
menyerang layar mataku
satu-satu aku erat pejam mata
terlihat eyang jo tersenyum
aku merindunya
terlihat ibuku tertawa
aku mencintainya
terlihat perempuan-perempuan sahabatku
aku menyayanginya
terlihat laki-laki tersenyum
aku membencinya
subuh
waktu untuk membunuh
rasa


agni malagina

Kamis, 27 November 2008

4 Juni 2003, rani, ini buatmu!

hari ini petikan sang dawai terdengar menggema dalam ruangan sempitku
si pemetik dawai hanya terdiam sambil membuat jemarinya menari-nari di atas kerinduan dalam dawai yang terdalam saat ku dengar petikan yang terhenti dalam nada sumbangnya dan berlanjut saat sang dawai menanti tuk dipetik
malam mulai membungkus kerinduanku akan nyanyian sang dawai yang hanya dapat hidup saat tersentuh jemari tanpa kuku tajam yang sewaktu-waktu bisa menorehkan luka yang mendalam

petikan nada sumbang sang dawai mengingatkan aku akan rindu yang tiada habisnya dimakan waktu
yang terjauh dalam hatiku merasakan getar hangat rindu amat sangat yang tak kunjung terangkat dari dasar jiwa yang lekat oleh debu-debu di balik tulang belikat
getar sang dawai membawaku makin jauh dalam lautan di atas lautan yang bergejolak
sang dawai bersuara nyaring mendendangkan lagu renungan untuk kontemplasi
penyerahan diri yang tiada berakhir

si pemetik dawai makin terlena dalam nada pucat pasi
sang dawai menyebarkan rasa duka derita susah yang meraja lela dalam dunianya tanpa batas menuju kebebasan yang tak pernah terdefinisi sebagai kebabasan sejati

ketika kudengar sanga dawai masih keluarkan suaranya yang masih jernih
kurasakan sebagian besar lara sang dawai gitar yang tak pernah terbebas dalam kebenarannya
sang dawai tetap ada dalam kedukaanya yang paling berduka
sang dawai tetap ada dalam kerinduannya yang paling rindu
sang dawai tetap ada dalam kebebasannya yang paling bebas

hanya aku dan sang pemetik dawai yang masih akan berjuang lepaskan duka rindu dan kebebasan mencari makna hakiki

sang dawai mungkin mendengar doaku
sang dawai, bawa aku dan pemetikmu dalam batas yang tiada batas

agni malagina

SAAT MALAM

Saat Sinta duduk di sisi bingkai malam
Menunggu Rama yang akan kembali bersama Laksmana
Sinta membisikkan seloka pujangga sepanjang jaman
Dirinya dalam kesendirian
Merindui jamahan Rama
Saat malam Rama tiada kembali
Sinta bercinta dengan seloka berantai
Sekaligus membenci Rahwana
September 2003

AGNI MALAGINA

CATATAN BULAN SEPTEMBER

20 September 2003
bersetubuh
angin duniaku membawaku sampai ke gelap malam dengan cekaman
nada sumbang tepian batas cakrawala yang bergetar kala Rama menyetubuhi Sinta


21 September 2003
N:
Bintang sinarmu mulai redup
Pijar kasih untukku tak lagi hidup
Adakah kau palingkan kilaumu?
Atau kau jemu?
Atau kau sudahi?

22 September 2003
M:
Tiada rasa jemu dalam tubuh yang kau bakar dengan apimu
Tiada pula rasa tuk sudahi nyala bara atasku
Metafor lilin dalam diriku akan berhenti kala lelehannya tiada api

22 September 2003, 00:23
N:
Sedang kau hanya hadir dalam malam, maka kunanti setiap senja menunggu. Lalu kuurut langit malam: kelam. Hanya sesekali. Aaah…bintang pergilah seutuhnya.

M:
Malam ini tetap gelap, ku tunggu bintang. Bintang terbanyak namun tak ingin ku pilih. Bintang kemukusku pasti akan kembali. Kembali dengan segala yang ada padanya, kembali hanya untukku…

N:
Jangan panggil aku untuk menunggu lagi, telah linu aku tengadah menatap langit malam tanpa bintang, biar aku ceria sendiri bersama pagi dengan matahari yang menawarkan senyum…


M:
Dan kan ku tunggu matahari yang sinarnya kudamba tuk hangatkan jiwa yang meradang karena luka tersayat angin malam kala menanti bintang berbayang buram di langit kelam


AGNI MALAGINA
NANDIKA MANDIRI

MIMPI

M:
Satu satu kuhitung butir batu kerikil
Kubenturkan satu sama lain
Bunyi retak luluh lantak
Ku kira kerikil bisa jadi permata
Ternyata hanya impian belaka
Aku terluka

N:
Luka oleh cinta terlarang norma
Luka karena terkungkung duri berkalung
Luka dari persatuan badani
Dalam mimpi di atas mimpi
Lukaku nelangsa sampai sukma

Puisinya Malagina dan Nandika....4 Maret 04

ken Umang ingin membunuh Ken Dedes

Darah perempuan terbakar api
Raganya menggeliat
Syarafnya menghantar rasa pilu sampai ke sendi
Darah selir Arok terbakar api
Raganya berontak
Syarafnya alirkan luka sampai ke sendi
Ken Umang ingin membunuh Ken Dedes
Januari 04

agni malagina

Celakalah Kau!

Ketika kau mencintai aku
Aku hanya sedikit mencintai kau
Ketika kau sedikit mencintai aku
Aku mencintai kau
Ketika aku mencintai kau
Maka celakalah kau!
27 Maret 2004
inspired by…..

agni malagina

Aku mau jadi Anna Karenina

Aku mau jadi Anna Karenina
Karena terluka oleh kesetiaannya sendiri
Ketika Anna tercabik oleh deritanya
Maka aku tersayat oleh khayalan utopis!
Harapan semu bisu
April 2004

agni malagina

Percakapan dengan Kurir Tuhan

Suatu hari aku ingin berbual dengan Tuhan
Dan ingin sampaikan salam untuk Tuhan

Ku kirim:
Nenekku sayang, tolong sampaikan pada Tuhan bahwa aku lelah.
Dibalas:
Siapa ini?
Ku kirim:
Maaf, saya salah kirim pesan. Pesan itu untuk nenek saya yang sudah meninggal.
Dibalas:
Siapa nama kamu?
Ku kirim:
Bukan siapa-siapa, hanya salah kirim pesan. Kamu kurir Tuhan kan? Maaf ya…
Dibalas:
Rasanya tidak adil kalau kamu tau saya tapi tidak kebalikannya. By the way, saya juga dekat dengan Tuhan. Akrab lagi, jadi permohonan kamu sudah saya sampaikan pada Tuhan.
Ku kirim:
Terima kasih wahai sang kurir Tuhan!
Dibalas:
Baru saja Tuhan bertanya, mengapa kamu lelah? By the way, Tuhan juga tidak tahu nama kamu!
Ku kirim:
Aku lelah berpikir. Tapi aku tidak boleh berhenti berpikir kan? Kalau aku berhenti, maka aku akan menjadi tidak ada.
Tuhan tahu namaku. Tanya pada-Nya saja.
Dibalas:
Dasar penganut Descartes. Data masukan kurang, sehingga proses identifikasi gagal! Harap beritahu nama kamu!
Kukirim:
Aku lelah berhadapan dengan dunia dan cinta. Aku ingin berhenti sejenak. Apa boleh? Nanti akan kulanjutkan lagi perjalananku. Apa Tuhan masih di sana? Sampaikan pada-Nya, supaya menjaga nenekku di atas sana :p
Dibalas:
Sepertinya lebih baik Tuhan menjaga kamu daripada nenek kamu. Kecuali kamu tidak cengeng lagi.
Ku akhiri dalam hati:
Terima kasih ya, 2000 menit lalu aku lelah, tetapi setelah bercakap denganmu, aku tidak lelah lagi. Descartes telah mati.
17 Desember 2004
thanks to Rio Sahala Siagian
Sahala adalah bagian yang kusuka!


agni malagina

Melepas Agni

Agni dalam semesta bercinta dengan surya
Bersanding bersama bayu
Menebar panas membakar udara
Berapi bersama gairah

Agni akan dilepas
Jangan dilepas dalam angin
Jangan dilepas dalam udara dingin
Agni akan terlepas bersama tetes embun
Terlepas oleh curahan air
Agni lepas bersama air
10 februari

kawung titian para dewata

Babad Kawung,
Keropak lontar tersurat keagungan Sang Hyang Tunggal
Keropak lontar bersemayam Guriang Tujuh
dalam pohon palma itu bersemayam para Dewata
dan doa dipanjatkan
dalam daun ada sang Dewata
dalam batang dipuja wahai Dewata
dalam lahang dialiri nafas Dewata
dalam akar dikukuhkan duhai Dewata
Kawung....titian para Dewata
kanwungku...sampaikan doaku....

agni malagina

terima kasih pak agus

Sudah Kutikam Dia!

Hari ini gw deg-degan karena teringat kepada seorang kecapis Bandung kelahiran tahun 1968 yang sederhana itu.
Sepertinya deg-degan yang satu ini agak aneh, karena sangat intens dan kadang menyesakkan dada.
Gw ga tau deskripsi deg-degan yang gw rasain kali ini itu apa…secara, gw juga baru sekali ketemu kecapis itu dan itupun tahun lalu…eh kedua kali deng…soalnya kemaren malam tahun baru ketemu di Cigugur.
Pada saat yang bersamaan Mom juga sms kalau dia juga merasakan deg-degan ketika menari dengan romo pujaan hatinya….entah apa yang ada dipikiran nyokap saat itu sampai-sampai dia deg-degan sebegitu rupa. Anak dan ibu tampaknya mengalami kondisi deg-degan akut di tempat yang berbeda.

Deg-degan sendiri gw pikir adalah saat jantung memompa darah lebih seiring dan bekerja lebih keras kareana pacuan adrenalin yang meningkat. Deg-degan ini (sepengalaman gw) bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan oleh sebab apa saja.
Naaa….kalo dimana saja dan kapan saja ya memang wajar yaa
Coba kita lihat apa saja penyebab deg-degan?
Diantaranya adalah: sakit, takut, tertekan, berbohong, marah, malu, dan cinta.
Terakhir yang disebut inilah yang agaknya paling panjang urusannya.
Deg-degan karena jatuh cintaaa…hahahha
Ada-ada aja
Tapi perlu laah…untuk pembahasan kali ini…
Deg-degan pada awal berjumpa biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti kagum, tersipu malu, speechless, dan alas an yang ga jelas lainnya.
Setelah pertemuan pertama biasanya ada dua kemungkinan, intensitas deg-degan berkurang atau semakin jadi.
Yang gawat ini kalau deg-degan semakin jadi, gw pikir bisa menyebabkan penyakit jantung serius. Deg-degan yang biasa saja siiy namanya infatuasi tapi kalau membicarakan deg-degan yang intesitas degupan dan debaran cukup sering dan berjangka waktu lama, deg-degan ini bisa disebut cinta. Hahaha
Setuju ga?
Kadang ada kawan yang mengeluh kalau deg-degan yang dia rasakan itu sangat menyiksa. Gw emang mengalami gejala macam itu dan herannya…cukup lama bersarang dalam rongga dada gw!
Itu yang bikin repot. Mau cerita….ya cuma sebatas cerita ke temen aja..tapi kan ga seru. Cerita-cerita ke teman tidak menghilangkan deg-degan itu. Naa…paling jitu siiy langsung cerita ke orang yang membuat kita deg-degan. Tapi itu gw pikir siiy bunuh diri namanya!
Kata Mom, katakan…katakan dengan jujur dengan cara yang kreatif…sehingga kita lega dia bahagia! Gituuuu….

Buat dia: Sudah kutikam berkali-kali, namun rasa ini tak jua mati!!

agni malagina